Fakta unsur kimia
Unsur kimia: simbol, nomor, dan asal nama. 117 fakta.
Emas memiliki simbol kimia Au dan nomor atom 79.
Sumber: Wikipedia: Emas (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q897 (CC0)
Besi memiliki simbol kimia Fe dan nomor atom 26.
Sumber: Wikipedia: Besi (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q677 (CC0)
Hidrogen memiliki simbol kimia H dan nomor atom 1; namanya merujuk pada “air”.
Sumber: Wikipedia: Hidrogen (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q556 (CC0)
Perak memiliki simbol kimia Ag dan nomor atom 47; namanya merujuk pada “putih”.
Sumber: Wikipedia: Perak (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1090 (CC0)
Oksigen memiliki simbol kimia O dan nomor atom 8; namanya merujuk pada “asam”.
Sumber: Wikipedia: Oksigen (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q629 (CC0)
Tembaga memiliki simbol kimia Cu dan nomor atom 29; namanya merujuk pada “Siprus”.
Sumber: Wikipedia: Tembaga (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q753 (CC0)
Karbon memiliki simbol kimia C dan nomor atom 6; namanya merujuk pada “batubara”.
Sumber: Wikipedia: Karbon (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q623 (CC0)
Aluminium memiliki simbol kimia Al dan nomor atom 13; namanya merujuk pada “alum”.
Sumber: Wikipedia: Aluminium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q663 (CC0)
Helium memiliki simbol kimia He dan nomor atom 2; namanya merujuk pada “Helios”.
Sumber: Wikipedia: Helium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q560 (CC0)
Nitrogen memiliki simbol kimia N dan nomor atom 7.
Sumber: Wikipedia: Nitrogen (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q627 (CC0)
Belerang memiliki simbol kimia S dan nomor atom 16.
Sumber: Wikipedia: Belerang (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q682 (CC0)
Litium memiliki simbol kimia Li dan nomor atom 3; namanya merujuk pada “batu”.
Sumber: Wikipedia: Litium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q568 (CC0)
Timbal memiliki simbol kimia Pb dan nomor atom 82.
Sumber: Wikipedia: Timbal (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q708 (CC0)
Timah memiliki simbol kimia Sn dan nomor atom 50.
Sumber: Wikipedia: Timah (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1096 (CC0)
Natrium memiliki simbol kimia Na dan nomor atom 11.
Sumber: Wikipedia: Natrium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q658 (CC0)
Merkuri memiliki simbol kimia Hg dan nomor atom 80; namanya merujuk pada “Merkurius”.
Sumber: Wikipedia: Merkuri (unsur) (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q925 (CC0)
Kalsium memiliki simbol kimia Ca dan nomor atom 20; namanya merujuk pada “kapur”.
Sumber: Wikipedia: Kalsium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q706 (CC0)
Berilium memiliki simbol kimia Be dan nomor atom 4; namanya merujuk pada “beril”.
Sumber: Wikipedia: Berilium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q569 (CC0)
Neon memiliki simbol kimia Ne dan nomor atom 10; namanya merujuk pada “kebaruan”.
Sumber: Wikipedia: Neon (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q654 (CC0)
Seng memiliki simbol kimia Zn dan nomor atom 30; namanya merujuk pada “tine”.
Sumber: Wikipedia: Seng (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q758 (CC0)
Magnesium memiliki simbol kimia Mg dan nomor atom 12; namanya merujuk pada “magnesium oksida”.
Sumber: Wikipedia: Magnesium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q660 (CC0)
Silikon memiliki simbol kimia Si dan nomor atom 14; namanya merujuk pada “flint”.
Sumber: Wikipedia: Silikon (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q670 (CC0)
Kalium memiliki simbol kimia K dan nomor atom 19; namanya merujuk pada “potash”.
Sumber: Wikipedia: Kalium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q703 (CC0)
Uranium memiliki simbol kimia U dan nomor atom 92; namanya merujuk pada “Uranus”.
Sumber: Wikipedia: Uranium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1098 (CC0)
Fluorin memiliki simbol kimia F dan nomor atom 9; namanya merujuk pada “asam hidrofluorat”.
Sumber: Wikipedia: Fluorin (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q650 (CC0)
Fosfor memiliki simbol kimia P dan nomor atom 15; namanya merujuk pada “Fosfor”.
Sumber: Wikipedia: Fosfor (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q674 (CC0)
Klor memiliki simbol kimia Cl dan nomor atom 17; namanya merujuk pada “hijau”.
Sumber: Wikipedia: Klor (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q688 (CC0)
Boron memiliki simbol kimia B dan nomor atom 5; namanya merujuk pada “boraks”.
Sumber: Wikipedia: Boron (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q618 (CC0)
Argon memiliki simbol kimia Ar dan nomor atom 18; namanya merujuk pada “malas”.
Sumber: Wikipedia: Argon (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q696 (CC0)
Titan memiliki simbol kimia Ti dan nomor atom 22; namanya merujuk pada “titan”.
Sumber: Wikipedia: Titanium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q716 (CC0)
Krom memiliki simbol kimia Cr dan nomor atom 24; namanya merujuk pada “bidang warna”.
Sumber: Wikipedia: Krom (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q725 (CC0)
Kobalt memiliki simbol kimia Co dan nomor atom 27; namanya merujuk pada “kobold”.
Sumber: Wikipedia: Kobalt (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q740 (CC0)
Arsenik memiliki simbol kimia As dan nomor atom 33.
Sumber: Wikipedia: Arsenik (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q871 (CC0)
Iodium memiliki simbol kimia I dan nomor atom 53; namanya merujuk pada “ungu”.
Sumber: Wikipedia: Iodium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1103 (CC0)
Mangan memiliki simbol kimia Mn dan nomor atom 25; namanya merujuk pada “Prefektur Magnesia”.
Sumber: Wikipedia: Mangan (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q731 (CC0)
Nikel memiliki simbol kimia Ni dan nomor atom 28; namanya merujuk pada “nikelin”.
Sumber: Wikipedia: Nikel (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q744 (CC0)
Platina memiliki simbol kimia Pt dan nomor atom 78; namanya merujuk pada “perak”.
Sumber: Wikipedia: Platina (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q880 (CC0)
Krypton memiliki simbol kimia Kr dan nomor atom 36; namanya merujuk pada “menyembunyikan”.
Sumber: Wikipedia: Krypton (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q888 (CC0)
Vanadium memiliki simbol kimia V dan nomor atom 23; namanya merujuk pada “Freyja”.
Sumber: Wikipedia: Vanadium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q722 (CC0)
Gallium memiliki simbol kimia Ga dan nomor atom 31; namanya merujuk pada “Gaul”.
Sumber: Wikipedia: Gallium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q861 (CC0)
Barium memiliki simbol kimia Ba dan nomor atom 56; namanya merujuk pada “berat”.
Sumber: Wikipedia: Barium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1112 (CC0)
Radium memiliki simbol kimia Ra dan nomor atom 88; namanya merujuk pada “radioaktivitas”.
Sumber: Wikipedia: Radium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1128 (CC0)
Bromin memiliki simbol kimia Br dan nomor atom 35; namanya merujuk pada “bau busuk”.
Sumber: Wikipedia: Bromin (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q879 (CC0)
Francium memiliki simbol kimia Fr dan nomor atom 87; namanya merujuk pada “Prancis”.
Sumber: Wikipedia: Francium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q671 (CC0)
Selenium memiliki simbol kimia Se dan nomor atom 34; namanya merujuk pada “Bulan”.
Sumber: Wikipedia: Selenium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q876 (CC0)
Radon memiliki simbol kimia Rn dan nomor atom 86; namanya merujuk pada “radium”.
Sumber: Wikipedia: Radon (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1133 (CC0)
Skandium memiliki simbol kimia Sc dan nomor atom 21; namanya merujuk pada “Skandinavia”.
Sumber: Wikipedia: Skandium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q713 (CC0)
Strontium memiliki simbol kimia Sr dan nomor atom 38; namanya merujuk pada “Strontian”.
Sumber: Wikipedia: Strontium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q938 (CC0)
Kadmium memiliki simbol kimia Cd dan nomor atom 48; namanya merujuk pada “Cadmus”.
Sumber: Wikipedia: Kadmium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1091 (CC0)
Germanium memiliki simbol kimia Ge dan nomor atom 32; namanya merujuk pada “Jerman”.
Sumber: Wikipedia: Germanium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q867 (CC0)
Rubidium memiliki simbol kimia Rb dan nomor atom 37; namanya merujuk pada “merah”.
Sumber: Wikipedia: Rubidium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q895 (CC0)
Antimon memiliki simbol kimia Sb dan nomor atom 51.
Sumber: Wikipedia: Antimon (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1099 (CC0)
Xenon memiliki simbol kimia Xe dan nomor atom 54; namanya merujuk pada “orang asing”.
Sumber: Wikipedia: Xenon (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1106 (CC0)
Caesium memiliki simbol kimia Cs dan nomor atom 55; namanya merujuk pada “biru langit”.
Sumber: Wikipedia: Caesium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1108 (CC0)
Bismut memiliki simbol kimia Bi dan nomor atom 83.
Sumber: Wikipedia: Bismut (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q942 (CC0)
Tungsten memiliki simbol kimia W dan nomor atom 74; namanya merujuk pada “serigala abu-abu”.
Sumber: Wikipedia: Tungsten (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q743 (CC0)
Niobium memiliki simbol kimia Nb dan nomor atom 41; namanya merujuk pada “Niobe”.
Sumber: Wikipedia: Niobium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1046 (CC0)
Iridium memiliki simbol kimia Ir dan nomor atom 77; namanya merujuk pada “Iris”.
Sumber: Wikipedia: Iridium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q877 (CC0)
Plutonium memiliki simbol kimia Pu dan nomor atom 94; namanya merujuk pada “Pluto”.
Sumber: Wikipedia: Plutonium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1102 (CC0)
Palladium memiliki simbol kimia Pd dan nomor atom 46; namanya merujuk pada “2 Pallas”.
Sumber: Wikipedia: Palladium (CC BY-SA 4.0) · Data: Wikidata Q1089 (CC0)